Dalam menjalin hubungan asmara ataupun hubungan dengan komitmen, badai kendala pasti akan hadir untuk menguji, sejauh mana kamu ingin bertahan dengan dia yang kamu anggap belahan jiwamu. Kadang, banyak yang harus disesuaikan agar hubungan kalian bisa tetap utuh. Proses kompromi akan terus berjalan, karena ada dua manusia dengan pemikiran berbeda mengarungi perjalanan kehidupan berdua.
Dalam kondisi tertentu, kamu mungkin sempat berfikir bahwa pasangan kamu tidak peduli denganmu dan mungkin menempatkan dia dalam posisi asing dalam kehidupanmu. Bahkan tidak sedikit yang sampai memutuskan berpisah dan merelakan pasangannya pergi.
Lalu, apa saja sinyal yang perlu kamu ketahui untuk memahami kapan harus merelakan hubungan yang mungkin sudah sangat beracun bagi dirimu?
1. Kesedihan Lebih Mendominasi Hubunganmu Ketimbang Kebahagiaan
Memutuskan untuk menjalin hubungan dengan seseorang adalah sebuah keputusan yang penting. Kamu akan berbagi banyak hal dengan si dia yang kamu anggap adalah sosok yang tepat untukmu. Banyak harapan dan ekskpektasi yang muncul. Tidak bisa ditampik, banyak orang mendambakan pasangan bisa membawa kebahagiaan dalam sebuah hubungan. Tapi, kenyataannya, hubungan tidak selalu tentang kebahagiaan saja, melainkan juga soal pahitnya permasalahan dalam kehidupan yang harus kalian hadapi bersama. Kesedihan adalah bagian dari perjalanan hubungan kamu dan dia juga. Akan tetapi, jika kamu merasa kesedihan dan perasaan tidak pasti selalu menghinggapi dinamika hubungan kamu bersama dia, maka ada sesuatu yang mungkin perlu dikhawatirkan. Setiap kamu berusaha untuk melakukan sesuatu demi memperbaiki hubungan, hasilnya akan selalu bermuara pada perasaan sedih dan tidak puas. Banyak sekali penyebab kenapa hal itu terus terjadi. Salah satunya, mungkin karena pasangan tidak cukup peduli untuk memperbaiki hubungannya dengamu.
2. Kamu Merasa Pengorbanan Kamu Sia-sia
Hubungan adalah soal kerjasama dua belah pihak untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam perjalanannya, kerap kali kamu dan pasangan merasa perlu untuk melakukan semacam pengorbanan agar hubungan yang dijalani bisa tetap utuh. Pengorbanan waktu, perasaan hingga, hingga hal-hal lain yang sangat penting bagimu. Berbagai cara akan kamu tempuh karena kamu merasa dia adalah pasanganmu dan peduli padamu. Tapi, ketika kamu merasa setiap pengorbanan yang sudah dilakukan tidak dihargai, dipandang sebelah mata dan menghasilkan perasaan berkecamuk dan pedih, bahkan membuat kamu secara personal goyah, kamu mungkin perlu mempertimbangkan lagi makna dia sebagai pasanganmu. Dia yang tepat dan mau mengerti kamu, tidak akan sulit menghargai setiap pengorbanan kamu. Dan oleh karena itu, kamu pun merasa setiap pengorbanan yang dilakukan adalah sebuah keputusan dan langkah yang sudah seharusnya dilakukan, bukan sesuatu yang akan disesali.

3. Dia Selalu Menuntut tapi, Melalaikan Kewajibannya
Kamu dan pasangan memiliki porsi hak dan kewajiban masing-masing dalam sebuah hubungan. Kedua belah pihak harus mampu untuk saling memahami dan menghormati tugas masing-masing. Ketika salah satu pihak terus menuntut, tapi lupa bahwa dia juga memiliki peran dan kewajiban yang harus dijalani, sudah bisa dipastikan hubunganmu dan dia akan dipenuhi dengan perasaan frustasi. Yang perlu kamu garis bawahi dalam menjalin hubungan adalah, soal kesanggupan dan kesediaan kedua belah pihak untuk saling memahami. Memahami bahwasanya ada batasan yang harus dijaga. Semua dilakukan agar kedua belah pihak bisa terus menjaga komitmennya. Jika kamu merasa selalu dituntut oleh pasangan, dan terus membuat dia kecewa dan dikecewakan, mungkin akan sulit bagi kalian untuk terus bersama.
4. Selalu Ada Pihak Lain Antara Kamu dan Dia
Ketika kamu memutuskan untuk menjalin hubungan bersama seseorang, terkadang tidak hanya si dia yang harus kamu terima, orang terdekatnya pun juga perlu kamu kenali. Seperti keluarga, teman dan bahkan lingkungan tempat dia berada. Tidak perlu harus kamu terima secara utuh. Dikenali dan saling menghormati sudah cukup. Dalam suatu hubungan, baik kamu dan pasangan akan dihadapkan pada banyak proses pengambilan keputusan. Kadang, di antara kalian berdua pun, kesepakatan bisa menjadi cukup sulit untuk tercapai. Akan semakin tidak baik, ketika pasangan kamu bergantung atau selalu melibatkan orang lain di dalam hubungan kamu, termasuk keluarga sekalipun. Hakikatnya, tanggung jawab keluarga akan separuhnya lepas dari kamu ketika akhirnya hubungan kamu dan pasangan terbentuk. Tanggung jawab utamamu adalah pasangan. Jadi, ketika si dia memprioritaskan pendapat orang lain ketimbang kamu, dia sepertinya tidak siap untuk menjadikan kamu sebagai prioritasnya.
5. Kamu Tidak Merasa di ‘Rumah” Dengannya
Walaupun sudah cukup lama bersama, selalu ada perasaan tidak nyaman yang menghinggapimu. Seperti berjalan di atas kulit telur, kamu harus selalu memastikan bahwa pasangan kamu tidak tersinggung, kecewa atau marah olehmu. Dia terasa begitu sensitif terhadap sikapmu, tapi abai dan cuek terhadap perlakuannya ke kamu. Kamu kesulitan menjadi dirimu sendiri, karena dia tidak bisa menerima diri kamu apa adanya. Selalu ada yang salah. Dan, menjadi kewajibanmu untuk terus memahaminya. Kamu dan dia mungkin berada dalam satu hubungan dan atap yang sama tetapi, makna rumah tidak lagi sama bagimu, kamu lebih nyaman jauh dan lepas dari dia. Kehidupan di luar hubungan kamu dan dia, lebih terasa seperti ‘rumah’ bagimu.
Dengan berbagai sinyal di atas, kamu mungkin bisa lebih evaluatif terhadap kehidupan hubungan kamu dengan pasangan. Tentu tidak semua akan berpandangan sama, karena masing-masing kita memiliki tingkat toleransi dan batasan yang berbeda-beda dalam menjalin hubungan. Pahami dengan baik apakah kamu ingin terus bertahan atau memilih untuk merelakan.
Produced by NewTarot Indonesia.
Discussion about this post